Indonesia dikelilingi gunung berapi aktif dan termasuk dalam lingkar gunung api pasifik. Saat ini, Indonesia memiliki 127 gunung aktif dan beberapa gunung di antaranya kini berstatus waspada dan siaga.
Dari gunung berapi aktif tersebut, beberapa gunung tercatat pernah meletus dengan dahsyat. Tidak hanya mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah yang banyak, namun juga karena membawa dampak pada negara-negara di Eropa dan Afrika.
Berikut ini adalah 9 letusan dahsyat gunung berapi yang pernah terjadi di Indonesia.
Toba Supervolcano (Sumatra Utara)
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Toba Supervolcano
Letusan gunung Toba Supervolcano merupakan letusan gunung berapi yang paling dahsyat yang pernah ada di dunia. Terjadi 73.000 tahun lalu, letusan gunung ini hampir memusnahkan seluruh umat manusia karena hanya sedikit yang selamat. Konon, letusannya tidak bisa dibandingkan dengan letusan Gunung Krakatau yang menyebabkan puluhan ribu korban jiwa pada 1883.
Saat letusan terjadi, manusia menghuni bumi bersamaan dengan homo sapiens di Eropa, serta homo erectus dan homo floresiensis di Asia. Toba dengan diameter 90 kilometer meletus dengan sangat dahsyat disusul gelombang besar tsunami.
Sekitar 2.800 kilometer kubik abu dimuntahkan, menyebar ke seluruh atmosfir bumi. Diperkirakan bencana tersebut telah mengurangi jumlah populasi manusia menjadi hanya sekitar 5.000 sampai 10.000 orang.
Saat ini Toba Supervolcano masih tertidur jauh di bawah laut dan kondisinya aman. Menurut vulkanologis Prof Ray Cas,  mungkin saja suatu saat Tiba Supervolcano kembali meletus. Namun jika hal itu terjadi, diperkirakan sekitar 10.000 atau bahkan 100.000 tahun lagi.
Gunung Samalas di Lombok
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Samalas
Selama ini letusan dan erupsi gunung Krakatau dan gunung Tambora dianggap paling dahsyat di Indonesia, ternyata ada satu gunung lagi yang mengalahkan keduanya. Samalas Meletus dahsyat sekitar tahun 1257, mengakibatkan perubahan iklim yang drastis di Eropa.
Bahkan jejak abu dan beberapa serpihan kimianya dapat ditemukan di lempengan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Profesor Clive Oppenheimer dari Cambridge University, Inggris, mengungkapkan sekarang struktur gunung Samalas hampir tidak bersisa karena ledakannya yang diperkirakan dapat mencapai tinggi 40 km ke udara.
Saking besarnya erupsi dan letusannya, gunung Samalas sendiri akhirnya runtuh dan menciptakan sebuah kaldera yang sekarang diberi nama Segara Anak. Diperkirakan letusan Gunung Samalas lebih dahsyat dibandingkan dengan Tambora dan Krakatau.

Gunung Kelud (Kediri, Jawa Timur)  
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Kelud
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Kelud
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Kelud
Sebelum Kamis (13/2) malam meletus, Kelud meletus tahun 2007 dan memunculkan gunung baru. Namun pada abad ke-15, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini terjadi pada tahun 1586, merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa.
Pada tahun 1926 sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif dan masih berfungsi hingga kini, sistem pengalihan ini dibuat setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.
Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkatkan aktivitasnya, hingga puncaknya muncul gunung baru di tengah-tengah danau kawah Kelud. Pola ini membuat para ahli gunung api menyimpulkan terjadi siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.
Gunung Merapi (Yogyakarta dan Jawa Tengah)
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Merapi
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Merapi
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Merapi
Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia.
Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.
Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930.
Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh Pulau Jawa diselubungi abu vulkanik. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusan terdahsyatnya terjadi di tahun 1930 yang menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

Gunung Galunggung (Tasikmalaya Jawa Barat)
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Galunggung
Letusan Gunung Galungung pada tanggal 8 Oktober hingga 12 Oktober tahun 1982 disertai petir. Letusannya menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai.
Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung. Galunggung tercatat pernah meletus dengan dahsyatnya pada Juli tahun 1882.
Gunung Agung (Bali)
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Agung
Gunung Agung terakhir meletus pada 1963-1964 dan masih aktif hingga kini, dengan sebuah kawah besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan abu. Meskipun dari kejauhan gunung ini tampak kerucut, namun di dalamnya terdapat kawah besar.
Pada tanggal 18 Februari 1963, penduduk setempat mendengar ledakan keras dan melihat awan naik dari kawah Gunung Agung. Pada tanggal 24 Februari 1963 lava mulai mengalir menuruni lereng utara gunung.
Pada tanggal 17 Maret 1963, gunung Agung meletus, mengirimkan puing-puing ke udara setinggi 8-10 km, dan menghasilkan aliran piroklastik yang besar. Arus ini banyak menghancurkan desa-desa, menewaskan sekitar 1500 orang.  Letusan kedua pada 16 Mei 1963 menyebabkan aliran awan panas yang menewaskan 200 orang.

Krakatau (Selat Sunda)
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Krakatau
Letusan Gunung Krakatau sangat melegenda, dan dampaknya pernah dirasakan hingga Eropa dan Amerika. Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda. Krakatau sendiri tenggelam ke dasar laut akibat letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883.
Letusan dahsyat tersebut diikuti tsunami dan menewaskan sekitar 36.000 orang.  Suara letusan terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika  yang berjarak 4.653 kilometer.
Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II. Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Sayangnya kemajuan tersebut belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.
Gunung  Maninjau (Sumatra Barat)
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Manjinjau
Kaldera Maninjau dibentuk oleh letusan gunung berapi diperkirakan terjadi sekitar 52.000 tahun lalu. Simpanan dari letusan telah ditemukan dalam distribusi radial sekitar Maninjau yang membentang hingga 50 km di sebelah timur, 75 km di tenggara, dan barat ke pantai ini. Memiliki volume 220-250 km kubik dan panjang 20 km serta lebar 8 km.
Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (Gunung Maninjau Purba).
Gunung Maninjau Purba meletus dahsyat sekitar 60.000 tahun yang lalu. Letusan ini menyemburkan 220-250 kilometer kubik rempah vulkanik yang tersebar hingga radius 75 kilometer dari pusat letusan.
Gunung api Maninjau yang berkembang di zona Sesar Besar Sumatera itu diperkirakan tiga kali meletus besar. Masing-masing letusan membentuk kaldera yang saling menyambung hingga membentuk Danau Maninjau seperti saat ini.
Jejak letusan dahsyat Maninjau tersingkap jelas di Ngarai Sianok di dekat kawasan wisata Bukittinggi, Sumatera Barat. Lembah besar itu diapit tebing terjal berona cerah hasil aliran awan panas dan endapan material jatuhan letusan Maninjau Purba. Ketebalan material letusan yang terpotong Batang Sianok itu mencapai 220 meter.
Endapan material letusan Maninjau itu diteliti HD Tjia Geolog dari Universitas Kebangsaan Malaysia dan Ros Fatihah, peneliti geologi dari Universitas Malaya yang dituangkan dalam penelitian Blasts from the Past Impacting on Peninsular Malaysia (2008).
Tjia menemukan tiga teras sungai yang menunjukkan terjadinya tiga periode letusan. Teras pertama berada sekitar 16 meter dari dasar sungai, kemudian teras kedua menjulang hingga 200 meter dan tidak ada pelapisan.

Gunung Tambora (Sumbawa NTB)
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Tambora
9  letusan gunung berapi terdahsyat di Indonesia
Gunung Tambora
Aktivitas vulkanik Gunung Tambora mencapai puncaknya pada April tahun 1815. Saat itu, Tambora meletus dalam skala 7 pada Volcanic Explosivity Index (VIR). Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 1810.
Letusan Tambora terdengar hingga Pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian sekitar 71.000 orang, di mana sekitar 12.000 di antaranya tewas secara langsung akibat letusan.
Letusan Tambora juga menyebabkan perubahan iklim di Eropa. Sebab setahun berikutnya tidak ada musim panas di Amerika dan Eropa, akibat debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini.
Selama penggalian arkeologi tahun 2004, tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Artefak  tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815. Atas dasar ciri-ciri yang serupa inilah, temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.
(sumber)

0 komentar:

Posting Komentar

About